[SHARE] Dampak Penambahan Bahan Kimia Secara Berlebih Pada Pengolahan Air

Efek Dari Penambahan Chemical Berlebih Pada Water Treatment



WasteWater Treatment Plant
Air merupakan esensi kehidupan inti di Bumi ini. Para Ahli mengatakan, bahwa keberadaan air menunjukan tanda-tanda adanya kehidupan di suatu planet. Oleh karena itu pesawat-pesawat ruang angkasa otomatis, banyak dikerahkan untuk mencari kehidupan diluar bumi, yang memiliki ciri kehidupan salah satunya adalah keberadaan air di Planet tersebut.

Bumi, adalah salah satu planet yang dianugrahkan oleh ALLAH SWT untuk dihuni oleh manusia. Dengan dua pertiga bagiannya adalah dari Air, bumi menjadi satu-satunya planet yang diketahui layak untuk dihuni manusia. Walau begitu, dengan jumlah air yang sedemikian melimpahnya bukan berarti manusia sebagai penghuninya dapat dengan seenaknya menghambur-hamburkan air. Hal ini dikarenakan jumlah air yang dapat dikonsumsi secara langsung, kian menipis sedangkan jumlah populasi manusia yang membutuhkan air kian meningkat. Yang berarti kita sebagai manusia harus hati-hati dan hemat dalam menggunakan air seefisien mungkin.

Air Layak Konsumsi < Jumlah Air Total
Komposisi air yang layak konsumsi tentunya jauh lebih sedikit dari total keseluruhan air. Apalagi manusia dengan segala aktivitasnya turut menyumbang pencemaran air, dan hal ini tentu saja mempersulit pengolahan air dilakukan. Jumlah polutan yang terus bertambah, membuat pengolahan air kian sulit dilakukan dari hari ke hari. Cemaran Logam, Pewarna Tekstil, Zat Organik, Sampah, dan polutan lainnya kian hari-kian bertambah banyak dan hal ini diperparah dengan aktivitas manusia dan badan usaha yang membuang limbahnya ke badan air seperti sungai dan danau.

Pembuangan Limbah Ke Sungai, Mempersulit Air Bersih
Keadaan air di sungai dan danau saat ini sudah sangat memprihatinkan, terlebih sungai yang berada disekitar daerah industri. Sebagai contoh, kita tengok saja Sungai Citarum. Sungai yang dahulu terkenal akan keindahannya saat ini mendapatkan peringkat sebagai sungai terkotor didunia. Sungguh Terlalu... (Pinjem Istilahnya bang Rhoma). The Rainbow River, itu julukan dari sungai citarum sekarang, julukan tersebut dikarenakan warna sungai citarum yang dapat berubah-ubah sebanyak warna pada pelangi. Yang disinyalir dikarenakan banyaknya industri, khususnya industri tekstil yang membuang limbah cairnya ke sungai citarum.

<iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="270" src="https://www.youtube.com/embed/HaVBTeBQkic" width="480"></iframe>
Dokumenter Citarum Sungai Terkotor di Dunia

Hal inilah yang membuat pengolahan air sudah menjadi semakin sulit dan sulit dilakukan. Sebuah water treatment plant, biasanya terdiri dari 4 tahapan. Pemisahan/ Screening Bar untuk memisahkan benda atau sampah dalam ukuran besar. Dilanjutkan dengan pH Adjustment untuk mengatur pH agar sesuai dengan suasana pengendapan. Kemudian Proses Koagulasi dan Flokulasi Plus Sedimentasi untuk memisahkan endapan atau lumpur pengotor yang ada pada air. Diakhiri dengan proses desinfikasi untuk membunuh bakteri serta mikroorganisme penyakit.

Lebih Banyak Chemical, untuk mengolah air lebih bagus?
4 Tahapan Pengolahan Air tadi, seharusnya sudah dapat membuat air menjadi layak pakai. Dan masuk kedalam standar baku mutu air bersih. Namun polutan-polutan yang semakin banyak membuat pengolahan air saat ini menggunakan chemical atau zat kimia lebih banyak dalam rangka menghasilkan air yang lebih baik. Itulah maksud dari penggunaan bahan kimia berlebih dalam pengolahan air, Tapi... Apakah benar jadi sebaik itu? Ga Salah??

Penggunaan Chemical dalam pengolahan air, dimaksudkan untuk membantu agar pengolahan air dapat berlangsung dengan lebih mudah dan cepat. Namun tentu saja, segala sesuatu yang berlebihan akan membawa pada keburukan. Berikut adalah beberapa efek dari penambahan bahan kimia yang berlebihan pada pengolahan air.

Dampak / Efek dari Penggunaan bahan kimia secara berlebih di Pengolahan Air :

  1. Menaikan Nilai TDS
    TDS atau total dissolve solid, adalah jumlah padatan yang terlarut didalam air. Semakin tinggi jumlah TDS, maka air semakin jauh dari angka kelayakan konsumsi. Angka kelayakan air untuk diminum adalah mengandung TDS <500 mg/L. Dan Angka Kelayakan dipakai sebagai Air bersih adalah <1000 mg/L.
    Penggunaan Chemical atau bahan kimia yang terlalu banyak dalam air akan mengakibatkan naiknya nilai TDS. Sebagai contoh, bila air baku atau Raw Water yang digunakan memiliki pH rendah akibat dialiri oleh limbah peternakan ayam (Seperti di Kabupaten Bogor), maka rendahnya pH pada air tersebut harus dinetralkan dengan penambahan asam baik HCl ataupun H2SO4 dalam jumlah lebih banyak. Terlebih lagi penambahan Desinfektan juga lebih banyak diperlukan. Dikarenakan air baku yang digunakan memiliki kandungan bau, warna dan bakteri yang cukup besar. Akibat dari penambahan kedua bahan kimia tadi (Asam dan desinfektan) yang berlebihan tentu saja akan mengakibatkan nilai TDS melambung tinggi. Dan alhasil Air yang dihasilkan sudah kurang layak untuk digunakan, karena sudah melewati standar baku mutu air minum maupun air bersih.
  2. Menurunkan Nilai DO
    Dissolve Oxygen, merupakan paramter penting yang menunjukan jumlah oksigen yang ada didalam air. Dan kandungan oksigen dalam air akan membantu terjaminnya kehidupan dalam aquatic dalam air. Dan jika kandungan oksigen sudah tidak ada lagi dalam air, maka mahluk air akan terganggu kehidupannya yang berdampak pada punahnya kehidupan air.
    Sebagai contoh, adalah limbah yang mengandung Chrom. Limbah cair Chrom harus direduksi terlebih dahulu menjadi Chrom valensi 3 dengan menggunakan NaHSO3 atau Oxygen Scavanger. Sebanding dengan Chrom tadi, jumlah reduktor yang digunakan akan bertambah sehingga turut memakan oksigen dalam air (Sesuai namanya Oksigen Scavanger = Penjarah Oksigen). Dan hal ini tentu berdampak pada turunnya nilai DO dalam air. Yang mentrigger kematian ikan-ikan di dalam air.

  3. Menurunkan Rasa Air
    Air yang enak untuk dikonsumsi, memiliki rasa tawar agak manis dengan sensasi menyegarkan (Ciee... Kayak Iklan Aje). Dengan penambahan chemical yang lebih banyak (PAC, Tawas, HCl atau Kaporit) Tentunya akan menaikan TDS yang berdampak pada rasa air yang menjadi tidak enak. Karena semakin tinggi TDS akan membuat air menjadi terasa pahit. Bayangkan saja, kalau kita masak air pas diminum ternyata rasanya pahit... Bisa ga laku nih Kopi.. Ckckck

  1. Tidak Dapat dipergunakan Produksi
    Industri pada umumnya memerlukan air dengan kadar mineral yang rendah, karena akan digunakan untuk beragam kebutuhan. Seperti untuk diping, Spraying ataupun untuk proses pembilasan.
    Berlebihnya bahan kimia pada air akan menyebabkan air memiliki kandungan mineral yang tinggi, hal ini berakibat pada lini produksi yang tidak dapat langsung menggunakan air yang diberikan oleh kawasan. Melainkan harus diolah di WTP mereka terlebih dahulu. Kebayangkan jika kita sudah bayar untuk mendapat suplai air dari kawasan, namun air tersebut tidak bisa dipakai? CD (Cape deh..)

  1. Berbahaya bagi kesehatan
    Bahan kimia yang berlebihan dalam mengolah air akan memberikan dampak buruk jika air tersebut dikonsumsi. Sebagai contoh Kaporit, kaporit dalam dosis dibawah 20 mg/L diinject ke air guna mematikan bakteri dan membunuh telur cacing. Namun jika sudah diatas 40 mg/L, maka kaporit dapat memberikan masalah kesehatan yang cukup serius, dari pengeroposan gigi, masalah ginjal, hingga kemandulan (amit-amit deh).

Ya kawan-kawan dolandolan itulah beberapa bahaya penambahan bahan kimia yang berlebihan pada proses pengolahan air. Semoga dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat.
Btw.. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang ilmu pengolahan air, silahkan mampir ke Blog yang atu lagi. Di www.olah-air.com. Disana tempatnya belajar Rahasia Pengolahan Air yang maknyusss. Langsung dari Praktisi lho hehehe..

Salam Engineer


www.dolandolan.net
[SHARE] Dampak Penambahan Bahan Kimia Secara Berlebih Pada Pengolahan Air [SHARE] Dampak Penambahan Bahan Kimia Secara Berlebih Pada Pengolahan Air Reviewed by Anggi Nurbana on 22.14 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.