[KISAH HIKMAH] Masuk Islam Gara-gara Haidh

MASUK ISLAM GARA-GARA HAIDH 

Sakit Perut Akibat Mens


Awal Perdebatan

Seorang Dosen di Unversitas Sorbon Prancis berbicara mengenai Haid. Katanya "Pada mulanya orang eropa mengira darah haidh pada wanita dipandang sebagai akibat adanya sihir. Namun ilmu pengetahuan menemukan bahwa darah tersebut ternyata keluar dari kelenjar-kelenjar kewanitaan".

Lebih lanjut kemudian Dosen tersebut menerangkan bahaya yang mungkin terjadi bila terjadi hubungan intim dalam keadaan wanita sedang haidh. Katanya :"Ketika wanita dalam keadaan haidh kemudian berhubungan intim, maka dapat mendatangkan penyakit pada daerah vital, pada kedua ginjal dan menimbulkan berbagai penyakit kulit lainnya".
Tiba-tiba seorang mahasiswa di yang sedang mengikuti perkuliahan mengacukkan tangannya setelah sang dosen bertutur. Kemudian mahasiswa tersebut berkata "Al-Qur'an sudah mengatakan hal demikian sejak 14 abad yang lalu".

Sang Dosen terkejut dan penasaran dengan perkataan mahasiswa tadi, sehingga dia bertanya :"Apa yang dikatakan Al-Qur'an?"

"Mereka bertanya kepadamu tentang Haidh. Katakanlah haidh itu adalah suatu kotoran'. Oleh karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri (Maksudnya menyetubuhi wanita di waktu haidh) dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci (maksudnya setelah darah berhenti keluar dan mandi besar), apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu ditempat yang diperintahkan ALLAH kepadamu. Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan meyukai orang-orang yang menyucikan diri." [QS Al-Baqarah : 222].

Sebagai informasi tambahan adapun asbabun nuzul turunnya ayat ini adalah terkait dengan respon terhadap hukum yang berlaku pada masa Jahiliyah. Hukum tersebut mengenai seorang wanita yang sedang mengalami menstruasi. Pada kala itu ada dua pendapat utama:

Pendapat Tentang Haidh

1. Pendapat dari Kalangan Yahudi
Wanita yang sedang Haidh atau menstruasi tidak diperkenankan untuk makan bersama, duduk satu majlis dan orang lain tidak diperbolehkan masuk kedalam satu ruangan apabila disana terdapat wanita yang sedang haidh.

2. Pendapat dari kalangan Nasrani
Orang Nasrani justru tidak memberikan larangan apapun terhadap wanita haidh. bahkan Hubungan intim sekalipun tetap diperbolehkan ketika wanita sedang haidh.

Dikarenakan Rasulullah mendapatkan banyak pertanyaan seputar hal tersebut. Maka turunlah ayat 222 dari Surat Al-baqarah.

Sang Dosen yang juga merupakan seorang doktor berkebangsaan Prancis melanjutkan pertanyaannya lagi. :"Benarkah kitabmu menyatakan demikian?" Sang Mahasiswa menjawab : "Benar".

Dosen tersebut berkata lagi : "Aku akan menelitinya dengan para Ahli atas persoalan yang kita perbincangkan ini"

Akhir yang Manis

Perbincangan itu akhirnya sampai pada orang-orang penting di Universitas Saudi Arabia di Riyadh. Selanjutnya sang dosen mendapatkan undangan kesana untuk mendapatkan penjelasan penjelasan yang dibutuhkan mengenai masalah Haidh ini. Dan Luar biasanya Undangan tersebut diakhiri dengan sang Dosen masuk Islam setelah mendapatkan banyaknya kebenaran yang tercantum pada Kitab Suci Al-Qur'an.


[KISAH HIKMAH] Masuk Islam Gara-gara Haidh [KISAH HIKMAH] Masuk Islam Gara-gara Haidh Reviewed by Umi Basil on 14.42 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.