Ini Ciri Baja Ringan Murahan dan Abal-Abal | Hati-Hati tertipu

Ciri-Ciri Baja Ringan Murahan Dan Abal-Abal

Kejadian Di Daerah Ciamis


Akhir-akhir ini, atap baja ringan menjadi sangat hits di Indonesia. Karena disebut-sebut sebagai atap yang kuat dan mempunyai segudang kelebihan. Namun nyatanya.. Banyak Juga tuh Yang rubuh..
Dari sekian banyak yang rubuh. ada yang karena salah pemasangan (Tukang Amatiran dan kontraktor baru kemaren). Kalau mau tau cara membedakan kontraktor amatiran dan yang ahli. Baca disini. Kalau mau Kontraktor Yang jago dan Berpengalaman Ini Daftarnya

Padahal baja ringan ini, sejak dipasarkan oleh merek Taso (Yang iklannya tarsan) sudah terkenal akan kekuatannya. Tapi seperti biasa aku diam tak bicara (Lho kok jadi Iwan fals), di Indonesia itu banyaaakk sekali yang menjadi pengekor alias niru-niru. Dan yang parahnya lagi nirunya nih asal jadi aja... Yang penting bentuknya sama dan Hap Hap.. Jadilah Baja Ringan Abal-Abal.

Siapkah Anda Mencelakakan Keluarga dan Kerabat?
Wuidih.. Siapa sih.. yang mau mencelakakan keluarga, apalagi anak dan istri tersayang. Pasti dong kita tidak mau hal buruk terjadi pada mereka. Namun pada real dilapangan. Cukup banyak para suami yang mau memberi resiko celaka ini pada keluarganya. Salah satunya adalah dengan membeli baja ringan murahan untuk rumahnya. Padahal sudah banyak sekali kasus dimana nih baja ringan jadi rubuh dan ambruk.

Pahami Faktor-Faktor Penyebab Rubuhya Atap Baja Ringan
Ada beberapa faktor penyebab atap andalan ini rubuh. Dari mulai salah pemasangan, tukang amatiran, pondasi bangunan yang buruk, hingga baja ringan abal-abal yang sedang kita bahas ini. Nah Makanya sebelum Anda terperosok lebih dalam di Jurang kenistaan (Ciee.. Kok Aku jadi begini). Yuk Mari kita bahas tentang ciri-ciri baja ringan abal-abal.

Ini Dia Ciri-Ciri Si Murah dan Abal-Abal

Ada 5 Ciri utama dari baja ringan yang murahan, berikut adalah ciri-cirinya :
1. Mereknya Bukan Taso atau Sky Tapi Merek Biasa
Anda pernah denger hal ini??
"Pak Baja Ringan ini murah pak, bagus lagi!!" Coba deh tanya. Mereknya apa??
"Merek Biasa Pak!!" Ehh.. Mana ada merek Biasa!
Itulah yang biasa.. (Nah kan Biasa) terjadi di Indonesia. Jika seseorang mengatakan merek biasa, sudah pasti itu adalah yang KW atau palsu bin abal-abal. Begitu juga dengan baja ringan, jika mendapati tawaran merek biasa. Anda bisa katakan.. Maaf Saya mau yang Luar biadab eh Luar Biasa.

2. Ukuran Dibawah Standar
Lagi-lagi kebiasaan barang murahan. Ya.. Barang murahan selalu memberi sesuatu dibawah standar. (Yah.. Maklum namanya juga murahan) Selalu Anda Ingat, bahwa baja ringan andalan memiliki ukuran standar 0,75 sampai 1 milimeter. Dibawah itu.. Jeng jeng.. Anda Kena Zonk.
Lantas dari mana kita tau ukuran tersebut, padahal kita bukan ahlinya. Gampangnya Anda bisa tanya langsung ke si penjualnya. Pak.. Ini baja ringan ukuran berapa? Kalau jawabannya seperti ini :
"Ini Baja Ringan Ukuran Biasa Pak" (Langsung Ambil Sapu dan Usir aja)
Berarti Anda mau dikasih baja ringan palsu alias abal-abal. Karena, aplikator asli pasti berani memberi garansi ukuran si Baja ringan ini adalah sekian-sekian (0,75 - 1 Milimeter).

3. Mutu Baja Ringan Di Bawah Standar
Ini lagi.,
Yang namanya murahan. Seperti Biasa (Tuh kan Biasa Lagi). Mutunya dibawah standar.Hal ini bisa Anda cek dengan memeriksa kadar si baja ringan (Biasanya tertulis di Baja). Baja ringan yang asli, dibuat dari baja G550 dengan Coating Zincalume yang tahan karat berkadar AZ200. Kalau selain ini lebih baik dihindari. Karena sudah pasti di bawah standar. (Ayolah Pak.. Jangan Mencelakakan Keluarga dan Kerabat ANda.)
Nih.. Bagi yang masih ga percaya, dibawah ini ada Video Bangunan rubuh gara2 baja ringan abal-abal :




Sebenarnya ada 1 lagi penyebab utama baja ringan itu rubuh selai dari baja ringan yang dipakai model abal-abal. Yakni Kontraktor atau aplikator atau pemasang yang amatiran. Untuk Ciri-ciri kontraktor amatir bisa dibaca disini
Ini Ciri Baja Ringan Murahan dan Abal-Abal | Hati-Hati tertipu Ini Ciri Baja Ringan Murahan dan Abal-Abal | Hati-Hati tertipu Reviewed by Lydia Veronica on 08.52 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.